Jumat, 11 Februari 2022

Materi PAI Kelas 4 SD: Mengenal Malaikat dan Tugasnya

Sebelumnya kita sudah mempelajari rukun iman. Salah satunya rukun iman kedua yaitu iman kepada malaikat.

Allah menciptakan makhluk dalam dua macam, yaitu makhluk yang nyata atau kelihatan dan makhluk gaib atau tidak kelihatan. Makhluk yang nyata, seperti manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan sebagainya. Sedangkan makhluk yang gaib atau tidak kelihatan, seperti jin dan malaikat.

Malaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan Allah dari nur atau cahaya. Malaikat bukan laki-laki dan bukan perempuan. Malaikat tidak makan dan tidak minum. Malaikat diberi akal, tetapi tidak mempunyai nafsu.

Malaikat adalah makhluk yang paling taat kepada Allah. Malaikat adalah makhluk Allah yang suci. Artinya, malaikat tidak pernah berbuat dosa. Malaikat adalah makhluk yang paling setia kepada Allah karena malaikat selalu melaksanakan perintah Allah. Malaikat termasuk makhluk yang suci. Mereka tidak pernah berbuat dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil.

Setiap saat dan kapan saja siap melaksanakan perintah Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah al-Anbiya ayat 26-27 berikut ini.

"Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan. mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya" (al-Anbiya ayat 26-27).

Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka.

Sebagai makhluk gaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium, dan dirasakan oleh manusia.

Iman kepada malaikat adalah bagian dari rukun iman. Untuk itu, kita wajib beriman kepada malaikat.

Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah.  Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya.


Nama-nama Malaikat dan Tugasnya

Tahukah kamu berapa jumlah malaikat? Malaikat itu jumlahnya banyak sekali. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

Di antara para malaikat yang wajib kita ketahui sebagai salah satu rukun Iman, yaitu ada sepuluh malaikat.  Berikut ini adalah nama-nama malaikat yang harus kamu ketahui.

1. Malaikat Jibril

2. Malaikat Mikail

3. Malaikat Israfil

4. Malaikat Izrail

5. Malaikat Munkar

6. Malaikat Nakir

7. Malaikat Rakib

8. Malaikat Atid

9. Malaikat Malik

10. Malaikat Ridwan


Semua perintah Allah selalu dikerjakan oleh malaikat dengan baik. Ini adalah tugas-tugas malaikat yang perlu kamu ketahui:

1. Malaikat Jibril

Malaikat Jibril adalah pemimpin para malaikat. Bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.

2. Malaikat Mikail

Malaikat Mikail bertugas membagi rezeki kepada seluruh makhluk. Malaikat Mikail juga bertugas mengatur hujan dan mengatur panas matahari.

3. Malaikat Israfil

Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.

4. Malaikat Izrail

Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk. Malaikat Izrail disebut juga sebagai malaikat maut.

5. Malaikat Munkar

Malaikat Munkar adalah malaikat yang diberi tugas oleh Allah untuk memeriksa amal manusia di alam kubur.

6. Malaikat Nakir

Malaikat Nakir memiliki tugas yang sama dengan malaikat Munkar, yaitu memeriksa amal manusia di alam kubur.

7. Malaikat Rakib

Malaikat Rakib diberi tugas oleh Allah untuk mencatat amal baik manusia ketika hidup di dunia.

8. Malaikat Atid

Malaikat Atid diberi tugas oleh Allah untuk mencatat amal buruk manusia ketika hidup di dunia.

9. Malaikat Malik

Malaikat Malik diberi tugas oleh Allah untuk menjaga neraka.

10. Malaikat Ridwan

Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga


Tahukah kamu apa manfaat beriman kepada malaikat? Manfaat beriman kepada malaikat, yaitu sebagai berikut:

1. Mendorong kita untuk selalu berbuat amal kebajikan Dengan beriman kepada malaikat, kita dapat menyadari bahwa segala perbuatan kita akan diawasi dan dicatat oleh malaikat.

Adapun yang selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan kita di dunia adalah malaikat Rakib dan Atid. Mereka mencatat dengan teliti semua perbuatan baik maupun buruk yang kita lakukan.

2. Mendidik kita untuk berhati-hati dan teliti dalam berbuat.Dengan beriman kepada malaikat, kita dapat menyadari bahwa segala sesuatu yang telah kita perbuat di dunia akan ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.

3. Kita dapat meniru dan mengikuti sifat-sifat malaikat yang selalu patuh dengan perintah Allah.

4. Menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Dengan demikian, kita telah memiliki keyakinan bahwa malaikatsenatiasa akan selalu mengikuti kita.


Soal Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Makhluk Allah yang paling taat kepada Allah ialah ....

2. Percaya kepada malaikat Allah termasuk ... iman.

3. Yang membedakan antara manusia dan makhluk lainnya adalah ....

4. Malaikat adalah mahkluk Allah yang paling ....

5. Makhluk Allah yang paling sempurna adalah ....

6. Wahyu Allah disampaikan kepada para nabi melalui malaikat ....

7. Malaikat yang bertugas menjaga pintu surga ialah ....

8. Yang meniup sangkakala pada hari kiamat ialah malaikat ....

9. Malaikat yang bertugas menanyai di alam kubur ialah ....

10. Malaikat yang bertugas menjaga pintu neraka ialah ....


Selamat belajar!

MATERI PAI KELAS 3 PELAJARAN 8 - QUR'AN SURAT AL KAUTSAR

Surat Al Kautsar merupakan surat ke-108 dalam Al Quran. Surat ini terdiri dari tiga ayat dan merupakan Surat Makkiyah, menurut mayoritas ulama.

Surat Al Kautsar adalah surat ke-14 atau ke-15 yang turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yakni setelah Surat Al Adiyat dan sebelum surat At Takatsur.

Apa saja Isi Kandungan Surat Al Kautsar, berikut ini penjelasannya.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Berikut ini Isi Kandungan Surat Al Kautsar.

1. Surat Al Kaustar menunjukkan bahwa Allah memberikan nikmat yang banyak kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Nikmat yang banyak itu di antaranya adalah keturunan yang banyak dan telaga al kautsar di surga kelak.

2. Surat Al Kautsar memberikan arahan kepada Rasulullah untuk mensyukuri nikmat yang banyak itu dengan shalat dan qurban. Yakni shalat yang ikhlas karena Allah dan qurban yang dipersembahkan kepada-Nya semata.

3. Surat ini juga memberitakan bahwa orang-orang yang membenci Rasulullah, merekalah orang-orang yang abtar, yakni terputus dari kebajikan dan rahmat Allah. Juga terputus dari sejarah dikenal sebagai orang baik, bahkan di antaranya benar-benar terputus keturunannya

4. Surat ini merupakan mukjizat bukti kebenaran Al Quran. Sebab di kemudian hari terbukti keturunan Rasulullah sangat banyak, hingga saat ini. Meskipun putra-putra beliau meninggal di masa kecil, Fatimah telah melahirkan Hasan dan Husein, dari Husein kemudian Ali Zainal Abidin satu-satunya yang selamat saat pembantaian di Karbala dan dari beliaulah keturunan Rasulullah berkembang demikian banyak hingga hari ini.

5. Mukjizat lain bukti kebenaran Al Quran dalam surat Al Kautsar, orang-orang yang membenci Rasulullah akhirnya benar-benar abtar. Ash bin Wail yang mengatakan Rasulullah abtar, akhirnya dia sendiri yang abtar karena semua anaknya mati. Demikian pula tokoh kafir Quraisy lain, seperti Walid bin Mughirah, meskipun punya banyak anak namun misi dan pandangannya terputus karena tidak ada yang meneruskan


SOAL LATIHAN

  1. Surat Al Kautsar adalah surat yang ke ... dalam al-Qur’an.
  2. Al Kautsar artinya ....
  3. Surat Al Kausar terdiri atas ... ayat.
  4. Allah SWT melimpahkan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat dan ....
  5. "Inna a'toina kal kautsar" adalah bunyi Q.S. Al Kautsar ayat ....

Selamat belajar!

Kamis, 10 Februari 2022

MATERI PAI KELAS 1 PELAJARAN 7 - MEMBACA Q.S. AL - IKHLAS DAN MEMAHAMI POKOK KANDUNGANNYA

Membaca Q.S. Al - Ikhlas ayat 1-5


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

  • قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ‌
    Qul huwal laahu ahad
    1. Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa.
  • اَللّٰهُ الصَّمَدُ‌
    Allah hus-samad
    2. Allah tempat meminta segala sesuatu.

  • لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ
    Lam yalid wa lam yuulad
    3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

  • وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
    Wa lam yakul-lahu kufuwan ahad
    4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

  • Pokok Kandungan QS. Al-Ikhlas

    Surat Al-Ikhlas merupakan Surat ke 112 dalam Al-Qur'an.

    Al-Ikhlas artinya Memurnikan Keesaan Allah SWT

    Surat Al-ikhlas terdiri dari 4 ayat.

    Surat Al-Ikhlas diturunkan di Kota Makkah.

    Jadi termasuk golongan surat Makkiyah.


    Pesan-pesan dalam Surat Al-Ikhlas

    1. Meyakini bahwa Allah Maha Esa

    2. Meyakini bahwa Allah Tuhan yang Haq disembah

    3. Kita berdoa dan mohon pertolongan hanya kepada Allah

    4. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakan

    5. Tidak ada sesuatu apapun yang menyamai Allah


    Sekarang kita kerjakan tugas berikut

    Kerjakan

    1. Al-Ikhlas artinya ....

    2. QS. Al-Ikhlas terdiri dari ... ayat.

    3. Surat Al-Ikhlas diturunkan di ....

    4. Surat Al-Ikhlas termasuk golongan surat ....

    5. Dinamakan surat makkiyah karena ....



    Rabu, 09 Februari 2022

    MATERI PAI KELAS 2 PELAJARAN 7 - PESAN SURAT AL-'ASR

     Al-‘Asr artinya demi waktu atau demi masa

    Surah al-‘Asr turun di kota Mekah.

    Diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, sehingga disebut surah makkiyah.

    Surah al-‘Asr Terdiri dari 3 ayat.

    Al-'Asr diambil dari ayat pertama.

    Dalam surah al-'Asr Allah SWT bersumpah dengan waktu/masa.

    Hal ini sebagai tanda betapa sangat berharganya waktu bagi manusia.


    Arti/terjemah surah al-asr :

    1. Demi masa/waktu

    2. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian

    3. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal soleh dan nasehat menasehati supaya menaati dalam kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran


    Anak-anakku yang baik, selanjutnya mari kita perhatikan pesan dari surah al'Asr

    Pesan surah al-‘Asr adalah 

    1. Waktu sangat penting, tidak boleh disia-siakan, karena waktu tidak akan pernah terulang  lagi. Seperti seorang yang sudah dewasa tidak akan mungkin muda atau kecil kembali. Maka gunakan waktu sebaik-baiknya agar tidak menyesal.

    Banyak manusia yang merugi. karena waktunya disia-siakan dan tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik dan kebaikan, Seperti setiap hari hanya menggunakan waktu untuk tiduran, untuk bermain, main hp saja, tapi lupa belajar, lupa beribadah, lupa membantu orang tua, dan lain-lain.

    Maka mulai sekarang kita harus dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan. misalnya : 

    a. Rajin membaca al-qur'an

    b. Menjaga keimanan kepada Allah SWT

    c. menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

    2. Orang yang tidak rugi adalah :

        a. Orang yang beriman yaitu orang yang percaya bahwa Allah SWT itu ada. Ciri-ciri orang beriman, rajin solat, rajin ngaji, rajin beribadah dan melaksanakan perintah Allah SWT.

        b. Orang yang selalu beramal soleh artinya selalu berbuat kebaikan, seperti suka menolong orang lain, membantu orang tua, membantu teman.


    3. Saling menasehati dalam menaati kebenaran dan menetapi kesabaran. 

    Menasehati dalam menaati  kebenaran  seperti  menasehati atau mengingatkan teman agar tidak  membolos sekolah, mengingatkan agar tidak lupa melaksanakan ibadah, kerja akti, menasehati teman agar tidak malas belajar. 

    Menasehati dalam menetapi kesabaran seperti  apabila ada teman yang kena musibah dinasehati agar tetap sabar, apabila ada teman yang sedang marah dinasehati agar tenang, menahan diri dan selalu sabar.


    PENILAIAN

    A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan tepat !

    1.    Al-asr artinya ...

    2.    Surah al-‘Asr mengingatkan akan pentingnya ...

    3.    Berbuat kebaikan contohnya  ...

    4.    Orang-orang yang tidak merugi antara lain ...

    5.    Ciri orang beriman antara lain ...

    Selasa, 08 Februari 2022

    PAI Kelas 5 Pelajaran 7 - Mari Mengenal Rasul-Rasul Allah

    Sebagai seorang muslim/muslimah yang beriman mari mengenal Rasul-Rasul Allah dengan baik. Banyak sekali ajaran dan tauladan mulia dari Rasul-Rasul Allah Swt.

    Apa Makna Rasul Allah?
    Rasul artinya utusan. Sedangkan Rasulullah artinya utusan Allah Swt., yaitu orang yang menerima wahyu dan berkewajiban menyampaikannya kepada orang lain atau umat manusia.

    Alasan Allah Swt. mengutus para rasul adalah untuk memberi kabar gembira dan memberikan peringatan. Kabar gembira maksudnya menyampaikan janji Allah Swt. bagi orang yang menaati perintah-Nya. Bagi mereka diberikan kenikmatan dan kesenangan di dunia maupun di akhirat kelak.

    Rasul memberi peringatan, yaitu bagi mereka yang ingkar kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya akan mendapat balasan buruk yaitu neraka jahanam.

    Nabi dan rasul adalah manusia biasa, laki-laki yang dipilih oleh Allah Swt. untuk menerima wahyu. Sebagaimana manusia lainnya rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia, yaitu makan, minum, berjalan-jalan, nikah, punya anak, merasa sakit, senang, susah, semakin tua, mati, dan sifat-sifat manusiawi lainnya.

    Tugas dan Sifat Rasul-rasul Allah
    Para utusan Allah mempunyai tugas yang sangat berat, yaitu memimpin manusia agar hidup sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat. Agar tugas itu sukses dan berhasil, mereka diberi sifat-sifat yang istimewa oleh Allah Swt.

    Sifat tersebut lebih dikenal dengan “sifat-sifat wajib bagi rasul” artinya sifat yang harus dimiliki seorang rasul. Ada empat sifat wajib Rasul yang perlu kita ketahui, Yaitu:

    Pertama, rasul itu bersifat siddiq artinya jujur dan benar. Seorang rasul selalu benar dalam perkataan dan perbuatan, mustahil dia berkata dusta atau bohong.

    Kedua, rasul harus amanah artinya dan dapat dipercaya. Seorang rasul mustahil khianat. Dia wajib menyampaikan amanah Allah Swt. kepada kaumnya. Semua perkataan, perbuatan dan tindakan rasul harus benar, dan tidak boleh ingkar janji.

    Ketiga, rasul bersifat tablig artinya menyampaikan. Seorang rasul harus menyampaikan pesan Allah Swt. kepada umat walaupun terasa sulit atau dianggap membahayakan. Rasul tidak boleh menyembunyikan sesuatu yang telah diberikan Allah Swt. kepadanya.

    Keempat, rasul bersifat fatanah artinya cerdas, pandai dan bijaksana. Seorang rasul harus pandai dan cerdas akalnya, memiliki kekuatan berpikir yang tinggi, dan memiliki hati yang bersih atau akal budi yang tinggi. Dengan sifat ini, seorang rasul dapat menyelesaikan tugas kerasulannya dengan baik.

    Mari kita teladani sifat-sifat Rasul itu semampu yang kita bisa. Mari kita membiasakan sikap seperti contoh berikut ini.

    Berbuat yang benar artinya perbuatan yang sesuai dengan perintah agama. Ucapan dan tutur kata harus baik dan benar, perilaku harus baik dan santun.

    Kalau kita dipercaya atau dititipi seseorang, kerjakanlah dengan jujur dan ikhlas. Ada pepatah lama mengatakan “sekali saja kita berbuat salah, selamanya orang tidak percaya”.

    Pesan-pesan kebaikan harus disampaikan kepada orang lain, mulailah dari diri sendiri, keluarga, kemudian kepada yang lainnya.

    Hidup harus cerdas, yaitu cerdas akal dan cerdas nurani.

    Rasul Ulul ‘Azmi
    1. Apa yang Dimaksud dengan Rasul Ulul ‘Azmi?
    Ulul ‘Azmi artinya memiliki keteguhan/tekad. Kalau disebut rasul Ulul ‘Azmi, maka artinya rasul yang memiliki keteguhan atau tekad. Para rasul Ulul ‘Azmi memiliki keteguhan, tekad, ketabahan, dan kesabaran yang sangat kuat, serta teguh dalam menjalankan tugasnya, yaitu menyampaikan ajaran-ajaran Allah Swt.

    2. Siapa Saja Rasul yang Tergolong Ulul ‘Azmi?
    Rasul Ulul ‘Azmi itu adalah Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s., Isa a.s., dan Muhammad saw.

    Nabi Nuh a.s. mengajak manusia agar menyembah Allah Swt. dan melarang memperhambakan diri kepada selain Allah Swt. Tetapi manusia di masa itu tidak mengacuhkan seruannya. Seruan Nabi Nuh a.s. itu mereka sambut dengan cemooh dan ejekan. Selama 950 tahun Nabi Nuh a.s. menyiarkan ajaran Allah Swt., tetapi umatnya tetap saja ingkar termasuk anaknya sendiri yang bernama Kan’an. Akhirnya Tuhan menurunkan kepada mereka siksaan berupa banjir besar. Hanya sedikit orang yang selamat dari banjir besar. Mereka yang selamat adalah para pengikut Nuh a.s.

    Nabi Ibrahim a.s. hidup pada masa raja Namrud yang zalim, musyrik dan kufur. Nabi Ibrahim a.s. mengajak raja Namrud dan kaumnya agar beriman dan menyembah Allah Swt. Ia ajak agar mereka meninggalkan menyembah berhala. Karena ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah Swt., maka doanya dikabulkan.

    Nabi Musa a.s. adalah putra Imran, keturunan Bani Israil. Ia hidup pada masa raja Firaun yang sangat zalim, mengaku dirinya Tuhan. Siapa yang tidak mau menuhankannya, maka orang itu akan dibunuh. Nabi Musa a.s. terus saja menyebarkan ajaran Allah Swt. kepada kaum Bani Israil seraya berdoa agar diberi kawan yang membantunya. Akhirnya diberilah Harun saudaranya yang membantu dakwahnya. Doa Nabi Musa a.s. dikabulkan Allah Swt., maka Nabi Harun a.s. diangkat Allah Swt. menjadi Rasul.

    Nabi Isa a.s. adalah putra Maryam. Dengan kekuasaan Allah Swt. beliau dilahirkan dengan perantaraan ibu saja. Keajaiban kelahiran ini menjadi ujian kepada manusia, percaya atau tidak kepada kekuasaan Allah Swt. Nabi Isa a.s. dalam menjalankan dakwahnya, diancam dan direncanakan untuk dibunuh dengan cara disalib. Namun Allah Swt. menyelamatkan Nabi Isa a.s. dengan cara diangkatkan ke alam ghaib (mi’raj). Ternyata yang terbunuh adalah orang yang menyerupai Nabi Isa a.s. yaitu Yahuza (Iskariot).

    Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw. sebagai Ulul ‘Azmi
    Sejak usia muda, Nabi Muhammad saw. terkenal jujur, tabah, sabar, bertanggung jawab, dan pekerja keras sehingga diberi julukan “al Amin” artinya terpercaya. Setelah diangkat menjadi rasul, beliau tak henti-hentinya berdakwah mengajak umat manusia menyembah Allah Swt. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap berhala.

    Dalam menyiarkan agama Allah Swt., Nabi Muhammad saw. sering dihadang, bahkan diancam akan dibunuh oleh orang-orang kafir Quraisy. Abu Jahal adalah orang yang paling membencinya. Pernah ketika Nabi Muhammad saw. sedang beribadah, Abu Jahal dan komplotannya datang sengaja mengotorinya dengan najis.

    Nabi Muhammad saw. bukanlah sosok manusia pendendam, tidak membalas kejahatan Abu Jahal dan kawan-kawannya dengan tindakan yang sama, cukup menyerahkan persoalannya kepada Allah Swt.

    Selain jujur dan pemaaf, Nabi Muhammad saw. sangat menyayangi anak yatim. Nabi pernah mengatakan: “ Barangsiapa yang memelihara dan mengasuh anak yatim dengan sebaik-baiknya, kelak mereka akan masuk surga, dan tempatnya berdekatan denganku.

    Hal ini diisyaratkan Nabi dengan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdekatan dan tidak terhalang apa pun”. Begitulah kepedulian Nabi Muhammad saw. kepada umatnya. Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad saw., dialah nabi dan rasul penutup, tidak ada lagi nabi dan rasul setelahnya. Karena Nabi Muhammad saw. sebagai penutup, maka sering disebut dengan istilah khatamul anbiya artinya penutup atau penghabisan para nabi dan rasul.

    Sikap Terpuji Para Rasul dan Rasul Ulul ‘Azmi
    1. Sikap Terpuji Para Rasul
    Ada sikap berbicara, sikap makan-minum, sikap berjalan, sikap bertamu, sikap waktu belajar, sikap ketika bergaul sesama teman, dengan guru, dengan orangtua sendiri atau dengan orang yang lebih tua, dan sebagainya.

    Sikap terpuji para rasul itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu sikap terpuji kepada Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta, dan sikap terpuji kepada sesama manusia dan alam sekitar.

    Kita telah mengetahui bahwa para Rasul itu memiliki sifat wajib, yaitu sifat siddiq artinya benar, sifat amanah artinya dapat dipercaya, sifat tablig artinya menyampaikan, dan sifat fatanah artinya pandai dan cerdas. Selain itu, ada sifat dan sikap yang mereka pegang teguh yaitu menyembah hanya kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, taat dan patuh kepada Allah Swt.

    2. Sikap Terpuji Para Rasul Ulul ‘Azmi
    Sikap terpuji di dalam ayat itu terdapat kata “teguh” , yaitu perjanjian yang teguh. Teguh dan sanggup menyampaikan agama kepada umatnya masing-masing. Ulul ‘Azmi maksudnya teguh hati, tabah, dan sabar. Mengapa diberi gelar rasul Ulul ‘Azmi karena mereka yang paling banyak mendapat tantangan, paling banyak penderitaan, akan tetapi mereka tetap teguh, tabah, sabar dan terus berjuang menyampaikan pesan Allah Swt. kepada umat manusia.

    3. Meneladan Rasul Allah Swt. dan Rasul Ulul ‘Azmi
    Meneladan artinya mencontoh. Meneladani atau mencontoh para rasul dan rasul Ulul ’Azmi. Seperti pesan Allah Swt. dalam Q.S. al-Ahqaf/46: 35 yang ditujukan kepada manusia termasuk kita.

    Berikut ini contoh sifat para rasul Ulul ‘Azmi, yaitu:
    • Teguh dan sabar dalam belajar,
    • Teguh dan sabar dalam beribadah (salat),
    • Teguh dan sabar dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah,
    • Teguh dan sabar dalam mematuhi orang tua,
    • Teguh dan sabar dalam pergaulan, tidak cepat marah,
    • Teguh dan sabar dalam mematuhi peraturan, baik peraturan di rumah, sekolah, maupun dilingkungan tempat tinggal

    Senin, 07 Februari 2022

    Indahnya Saling Membantu dan Hidup Rukun

    A. Surah Al-Maidah ayat 2

    وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

    Artinya : ”…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (QS al-Maidah/5 : 2)

    Kandungan makna Surat Al-Maidah ayat 2 tersebut yaitu perintah untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa, serta larangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.

    B. Surah Al-Maidah ayat 3

    الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    Artinya : ”…Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini, telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. …”

    Kandungan makna Surat Al-Maidah ayat 3 tersebut yaitu :

    1. Larangan takut terhadap orang-orang kafir dan perintah untuk takut hanya kepada Allah.

    2. Agama Islam telah sempurna.

    C. Surah Al-Hujurat ayat 12

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

    Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

    Kandungan makna Surah Al-Hujurat ayat 12 tersebut yaitu :

    1. Larangan berprasangka buruk (suudzon).

    2. Larangan mencari-cari kesalahan orang lain.

    3. Larangan menggunjing / membicarakan kejelekan orang lain.

    4. Perintah untuk bertaqwa kepada Allah.

    D. Surah Al-Hujurat ayat 13

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

    Artinya : "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."

    Kandungan makna Surat Al-Hujurat ayat 13 tersebut yaitu :

    1. Manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

    2. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.

    RANGKUMAN MATERI PAI BERDASARKAN KISI-KISI UJIAN KELAS 6 TAHUN 2022

    36.  Kisah Keteladanan Wali Sanga Kelas: IV (Empat) Indikator soal: Peserta didik dapat menjelaskan kisah keteladanan dari salah satu tempat...